Terimakasih Atas Kunjungan Anda

SELAMAT DATANG DI TOKO ONLINE OBAT KUAT HERBAL PASUTRI FOREDI GASA

KAMI ADALAH DISTRIBUTOR RESMI PT. ABE
Mempersembahkan Produk Berkualitas Aman dan Legal

Semua Produk di Website Kami, Aman Dan Legal Sudah Terdaftar di DEPKES Dan BPOM RI

INGIN BELI PRODUKNYA ?

Klik Simak Semua Keterangan Produk Di Bawah Ini Untuk Melihat Detail Produk Kami :

Selasa, 23 April 2013

Seks Saat Hamil

Walau hamil hubungan intim harus tetap berjalan dong! Hehe...

Hamil bukan berarti dapat menghentikan aktivitas seksual Anda. Meski hamil, Anda dan pasangan masih bisa melakukan hubungan seks selama dokter kandungan tidak menyatakan bahwa kegiatan seks Anda dapat menyebabkan risiko keguguran, rentan perdarahan, ketuban rawan pecah, atau ari-ari janin berada di bawah.

Di awal kehamilan, ibu hamil memproduksi hormon yang dapat memicu gairah bercinta sehingga pada masa ini wanita akan lebih sering menginginkan hubungan seks bersama pasangan. Meski begitu, seks saat trimester pertama juga perlu diwaspadai karena benturan pada janin usia tiga bulan pertama berisiko menyebabkan keguguran. Hubungan seks di awal kehamilan mudah menimbulkan kontraksi. Ari-ari belum terbentuk sehingga dapat mengakibatkan keguguran bila terjadi kontraksi dahsyat.

Walaupun demikian, seks saat hamil tidak berbahaya jika dilakukan dengan sangat hati-hati. Saat usia kehamilan sekitar 0 – 12 minggu Anda bisa melakukan seks dengan posisi apapun. Bila usia kandungan sudah di atas 12 minggu maka lakukan konsultasi ke dokter kandungan untuk memastikan kondisi kehamilannya. Biasanya pada usia ini posisi seks yang disarankan antara lain:
  • Posisi menyamping (sideways)
Pada posisi ini pasangan tidur berbaring dengan menghadap satu sama lain. Pada posisi ini berat badan dari perut akan mendukung rahim pada saat melakukan hubungan seks. Selain itu, posisi ini juga dapat menambah keintiman Anda dan pasangan karena saling berhadapan satu sama lain.
  • Menungging (doggy style)
Posisi ini menjadi gaya favorit wanita hamil karena dapat membuat penetrasi lebih dalam. Saat melakukan gaya ini payudara dan perut bisa diganjal dengan bantal. Sementara pasangan bisa berdiri atau berlutut di belakang istri.
  • Duduk (woman on back)
Melakukan seks dengan posisi ini dapat memungkinkan ibu hamil mengatur kedalaman dan kecepatan penetrasi. Posisi ini cocok dilakukan pada kehamilan di usia pertengahan saat tidak membutuhkan banyak gerakan. Suami duduk dan ibu hamil duduk di atasnya saling berhadapan, bila kehamilan sudah membesar, ibu hamil bisa duduk sambil membelakangi suami.

Bila usia kehamilan sudah menginjak 29 – 36 minggu atau menjelang persalinan posisi seks yang dianjurkan adalah posisi miring (spooning) atau duduk (woman on top).
  • Spooning
Pada posisi ini Anda bisa membelakangi suami karena berat badan dari perut tidak akan mengganggu saat sedang berhubungan seks.
  • Woman on top
Posisi ini merupakan posisi yang paling baik untuk ibu hamil, karena dalam posisi ini ibu hamil dapat mengontrol kedalaman dan kecepatan penetrasi.
Perlu diketahui bahwa hal penting yang harus diperhatikan selama melakukan hubungan seks adalah jangan sampai membebani perut ibu. Sebisa mungkin batasi tekanan di perut ibu hamil.




Baca lengkap produk khusus Pasutri di sini ; Jual Obat Herbal Pasutri


Best Regards

Sentuhan Ketika Berhubungan Intim atau Saat Bercinta

Saat bercinta diperlukan yang namanya sentuhan-sentuhan hangat! Seeperti apa? Yuk di baca!

Pada dasarnya tubuh pria dan wanita memiliki titik sensitif yang hampir sama, seperti pada daerah belakang leher, area belakang telinga, bibir, puting susu, dan alat kelamin. Meski demikian, tidak semua orang memiliki respon yang sama terhadap sentuhan di area tersebut  sebab setiap orang memiliki titik erotis yang berbeda-beda.

Sebelum memasuki ke “menu utama” sebaiknya berikan sentuhan lembut untuk merangsang pasangan. Anda bisa mulai dari sentuhan lembut, rabaan agak keras, sampai pijatan ringan di titik sensitif.
 Sentuhan yang bersifat nonseksual dapat memicu produksi hormon serotonin, yang bisa menambah gairah dan semangat. Selain itu, sentuhan juga bisa meningkatkan produksi hormon endorfin yang bisa menimbulkan rasa bahagia dan menenangkan hati.

Tak heran bila sentuhan dipercaya bisa menyembuhkan berbagai masalah kesehatan yang bukan disebabkan oleh infeksi, seperti pijat atau refleksi yang dapat melancarkan peredaran darah, mengendurkan otot yang kaku, serta melepas stres.

Dalam hubungan percintaan sangat diperlukan sentuhan seksual dan nonseksual. Sentuhan seksual mampu meningkatkan gairah bercinta yang dapat memberikan kepuasan bagi kedua belah pihak. Sementara sentuhan nonseksual penting untuk mengomunikasikan perasaan cinta kepada pasangan.

Sentuhan terbukti efektif meningkatkan kualitas hubungan cinta dan seksual. Melalui sentuhan hati kedua pasangan akan terus terhubung . Meski sudah menikah usahakan untuk tetap saling bergandengan dengan tujuan untuk menjaga gairah dan cinta dalam rumah tangga.

Sayangnya, sentuhan kerap disalahartikan bagi beberapa orang. Terkadang menyentuh selalu dikaitkan dengan keinginan untuk berhubungan seks. Banyak pasangan yang enggan berhubungan seks menolak bila disentuh sehingga membuat pasangan yang tertolak merasa tidak dicintai lagi dan akhirnya muncul perasaan negatif.

Dalam hal ini, komunikasi dan kompromi menjadi penting agar kebutuhan emosi itu bisa terpenuhi tanpa terjadi salah paham dan kekecewaan.




Baca lengkap produk khusus Pasutri di sini ; Jual Obat Herbal Pasutri


Best Regards